Ensiklopedi Syirik & Bid’ah Jawa

Ensiklopedi Syirik & Bid'ah Jawa

Ensiklopedi Syirik & Bid’ah Jawa

Judul Buku : Ensiklopedi Syirik & Bid’ah Jawa
Pengarang : Fahmi Suwaidi & Abu Aman
Penerbit : AQWAM
ISBN : 978-602-….
Kertas Isi : HVS
Cover : Soft
Ukuran : 14,5 x 21 cm
Kondisi : Baru
Harga : Rp. 45.000,-
Diskon : 15%
Bayar : Rp. 40.500,-

 

Deskripsi :

Dulu masyarakat Jawa menganut Hindu dan Budha atau animisme-dinamisme, setelah itu Islam datang. Terjadilah akulturasi budaya antara kepercayaan lokal dan Islam. Masyarakat kadang sulit membedakan apakah ini Islam, Hindu, Budha, ataukah Jawa. Dari sinilah muncul produk turunan berupa cara berislam ala “orang Jawa” (Kejawen).

Banyak pertanyaan muncul tentang berbagai tradisi ritual Jawa. Bukan saja dari orang yang awam terhadap Islam, tetapi juga dari para dai, takmir masjid, dan tokoh masyarakat. Intinya, apakah berbagai amalan atau ritual Kejawenitubagian dari Islam, atau justru bertentangan dengan Islam?

Nah, buku ini mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Hadir sebagai sebuah ensiklopedi minitentang deskripsi dan bagaimana Islam memandang beragam warisan budaya dan tradisi ritual mengenai:

(i) Konsep waktu dan dasar perhitungan Jawa, seperti primbon, weton, hari baik    dan hari jelek

(ii) Tradisi saat Bayi dalam Kandungan hingga Lahir, seperti mitoni/tingkepan, tata cara membuang ari-ari, serta keyakinan tentang “sedulur alus”

(iii) Ramalan watak dan nasib, seperti sengkala, ruwatan, dan sukerta

(iv) Ritual kematian, seperti sadranan dan tahlilan.

(v)  Hal-hal yang terkait dengan prosesi perkawinan, seperti bubakan, cengkir gading, sawatan, suapan, injak telur dan mandi kembang setaman, serta kembar mayang.

(vi) Ritual perayaan musiman, seperti tirakatan, sesaji kepala kerbau, kirab pusaka, padusan, sekatenan, hingga grebeg sawal dan grebeg besar.

Melalui buku ini kedua penulis ingin menekankan pentingnya memahami ragam budaya di atas dalam upaya memurnikan akidah. Jangan sampai atas nama nguri-uri kabudayan adi luhung atau mempertahankan “kearifan” lokal  ajaran Islam yang universal justru dilanggar. Apalagi fondasi Islam adalah tauhid dan ittiba’, yang tidak menoleransi syirik dan bid’ah.

Posted on 30 Mei 2013, in Islami. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: