Adakah Syafa’at di Akhirat?

Pemahaman mayoritas umat Islam meyakini bahwa nanti ada syafaat di akhirat, dan kita akui bahwa ada beberapa kelompok dari saudara kita yang menyakini tidak ada syafaat di akhirat. Adapun dalil yang mereka gunakan terdapat dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah: 48.

(#qà)¨?$#ur $YBöqtƒ žw “Ì“øgrB ë§øÿtR `tã <§øÿ¯R $\«ø‹x© Ÿwur ã@t 6ø)ム$pk÷]ÏB ×pyè»xÿx© Ÿwur ä‹s{÷sム$pk÷]ÏB ×Aô‰t㠟wur öNèd tbrã|ÁZムÇÍÑÈ

Dan jagalah dirimu dari (azab) hari (kiamat, yang pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain, walau sedikitpun; dan (begitu pula) tidak diterima syafa’at dan tebusan dari padanya, dan tidaklah mereka akan ditolong”.

Ibnu katsir mengatakan “Bahwa Allah tidak akan menerima tebusan, tidak pula syafaat yang diajukan untuk membela orang yang kafir kepada-Nya. Tiada seorang pun yang dapat menyelamatkan diri dari siksa-Nya dan tiada seorang pun yang dapat memberikan perlindungan dari adzab-Nya”[1]

Allah Ta’alla berfirman:

$yg•ƒr’¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#þqãZtB#uä (#qà)ÏÿRr& $£JÏB Nä3»oYø%y—u‘ `ÏiB È@ö7s% br& u’ÎAù’tƒ ×Pöqtƒ žw ÓìøŠt/ ÏmŠÏù Ÿwur ×’©#äz Ÿwur ×pyè»xÿx© 3 tbrãÏÿ»s3ø9$#ur ãNèd tbqãKÎ=»©à9$# ÇËÎÍÈ

“Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa’at. dan orang-orang kafir Itulah orang-orang yang zalim” (QS. Al Baqarah: 245).

(#qà)¨?$#ur $YBöqtƒ žw “Ì“øgrB ë§øÿtR `tã <§øÿ¯R $\«ø‹x© Ÿwur ã@t6ø)ム$pk÷]ÏB ×Aô‰t㠟wur $ygãèxÿZs? ×pyè»xÿx© Ÿwur öNèd tbrçŽ|ÇZムÇÊËÌÈ

“Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikitpun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafa’at kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong” (QS. Al Baqarah: 123).

ª!$# “Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur $tBur $yJßguZ÷t/ ’Îû Ïp­Gř 5Q$­ƒr& ¢OèO 3“uqtGó™$# ’n?tã ĸöyèø9$# ( $tB Nä3s9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB <c’Í<ur Ÿwur ?ì‹Ïÿx© 4 Ÿxsùr& tbr㍩.x‹tFs? ÇÍÈ

“Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. tidak ada bagi kamu selain dari padanya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi syafa’at. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. As Sajdah: 4).

ö‘É‹Rr&ur ÏmÎ/ tûïÏ%©!$# tbqèù$sƒs† br& (#ÿrãt±øtä† 4’n<Î) óOÎgÎn/u‘   }§øŠs9 Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ @’Í<ur Ÿwur Óì‹Ïÿx© öNßg¯=yè©9 tbqà)­Gtƒ ÇÎÊÈ

“Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafa’atpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa” (QS. Al-An’am: 51).

͑sŒur šúïÏ%©!$# (#rä‹sƒªB$# öNåks]ƒÏŠ $Y6Ïès9 #Yqôgs9ur ÞOßgø?§sïur äo4qu‹ysø9$# $u‹÷R‘‰9$# 4 öÅe2sŒur ÿ¾ÏmÎ/ br& Ÿ@|¡ö6è? 6§øÿtR $yJÎ/ ôMt6|¡x. }§øŠs9 $olm; `ÏB Âcrߊ «!$# @’Í<ur Ÿwur Óì‹Ïÿx© bÎ)ur öAω÷ès? ¨@à2 5Aô‰t㠞w õ‹s{÷sム!$pk÷]ÏB 3 y7Í´¯»s9’ré& tûïÏ%©!$# (#qè=Å¡÷0é& $yJÎ/ (#qç7|¡x. ( óOßgs9 Ò>#uŽŸ° ô`ÏiB 5OŠÏHxq ë>#x‹tãur 7OŠÏ9r& $yJÎ/ (#qçR%x. šcrãàÿõ3tƒ ÇÐÉÈ

”Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu”  (QS. Al-An’am: 70).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semisal dengan di atas seperti dalam surat Yunus ayat 18, Asy-Syu’ara‘ ayat 100-102, As-Sajdah ayat 4, Az-Zumar ayat 43-44, dan Al-Mu’min ayat 18.

Ayat-ayat yang berkenaan dengan peniadaan syafaat sebenarnya diperuntukkan  bagi orang-orang kafir.[2].

Jika kita memahami ayat-ayat tersebut diperuntukkan bagi orang beriman tentunya akan bertentangan dengan ayat-ayat yang menetapkan syafaat dan pemberinya.

Allah Ta’ala berfirman:

ª!$# Iw tm»s9Î) žwÎ) uqèd ÓyÕø9$# ãPq•‹s)ø9$# 4 Ÿw ¼çnä‹è{ù’s? ×puZř Ÿwur ×PöqtR 4 ¼çm©9 $tB ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# $tBur ’Îû ÇÚö‘F{$# 3 `tB #sŒ “Ï%©!$# ßìxÿô±o„ ÿ¼çny‰YÏ㠞wÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4 ãNn=÷ètƒ $tB šú÷üt/ óOÎgƒÏ‰÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz ( Ÿwur tbqä܊Åsム&äóÓy´Î/ ô`ÏiB ÿ¾ÏmÏJù=Ï㠞wÎ) $yJÎ/ uä!$x© 4 yìřur çm•‹Å™öä. ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur ( Ÿwur ¼çnߊqä«tƒ $uKßgÝàøÿÏm 4 uqèdur ’Í?yèø9$# ÞOŠÏàyèø9$# ÇËÎÎÈ

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar” (QS. Al-Baqarah: 255).

¨bÎ) ÞOä3­/u‘ ª!$# “Ï%©!$# t,n=y{ ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur ’Îû Ïp­Gř 5Q$­ƒr& §NèO 3“uqtGó™$# ’n?tã ĸöyèø9$# ( ãÎn/y‰ãƒ tøBF{$# ( $tB `ÏB ?ì‹Ïÿx© žwÎ) .`ÏB ω÷èt/ ¾ÏmÏRøŒÎ) 4 ãNà6Ï9ºsŒ ª!$# öNà6š/u‘ çnr߉ç6ôã$$sù 4 Ÿxsùr& šcr㍩.x‹s? ÇÌÈ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan. tiada seorangpun yang akan memberi syafa’at kecuali sesudah ada izin-Nya. (Dzat) yang demikian Itulah Allah, Tuhan kamu, Maka sembahlah Dia. Maka Apakah kamu tidak mengambil pelajaran” (Yunus: 3)

Juga disebutkan dalam Az-Zukhruf ayat 86.

Ÿwur à7Î=ôJtƒ šúïÏ%©!$# šcqããô‰tƒ `ÏB ÏmÏRrߊ spyè»xÿ¤±9$# žwÎ) `tB y‰Íky­ Èd,ysø9$$Î/ öNèdur tbqßJn=ôètƒ ÇÑÏÈ

“Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tidak dapat memberi syafa’at; akan tetapi (orang yang dapat memberi syafa’at ialah) orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya)”.

ãNn=÷ètƒ $tB tû÷üt/ öNÍk‰É‰÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz Ÿwur šcqãèxÿô±o„ žwÎ) Ç`yJÏ9 4Ó|Ós?ö‘$# Nèdur ô`ÏiB ¾ÏmÏGuŠô±yz tbqà)Ïÿô±ãB ÇËÑÈ

“Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya” (QS. Al-Anbiya`: 28).

7‹Í´tBöqtƒ žw ßìxÿZs? èpyè»xÿ¤±9$# žwÎ) ô`tB tbόr& ã&s! ß`»oH÷q§9$# zÓÅÌu‘ur ¼çms9 Zwöqs% ÇÊÉÒÈ

“Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya” (QS. Thaha: 109).

Syekh Utsaimin membagi syafaat itu dengan dua macam yaitu syafaat yang benar dan syafaat yang batil yang tidak ada manfaatnya.[3]

Syafaat yang benar ialah syafaat yang ditetapkan oleh Allah di dalam kitabNya dan ditetapkan oleh Rasulnya. Syafaat ini hanya dapat bermanfaat bagi orang yang tergolong sebagai ahli tauhid dan ikhlas.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dari shahabat Abu Hurairah, beliau berkata: Rasulullah bersabda:

“Aku adalah sayyid (pimpinan) anak Adam pada hari kiamat dan orang yang pertama kali dibangkitkan dari kuburnya, dan orang yang pertama kali memberi syafaat dan yang diberikan hak syafaat.”

Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dari shahabat Jabir bin Abdullah bahwa Nabi bersabda:

Aku diberikan lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang Nabipun sebelumku: Aku diberi kemenangan dengan takutnya musuh dari jarak satu bulan perjalanan; dijadikan bumi sebagai masjid (tempat shalat) dan alat bersuci, sehingga di mana saja seseorang dijumpai (oleh waktu) shalat maka hendaklah dia shalat; dihalalkan bagiku memakan harta ghanimah yang tidak dihalalkan (kepada seorang Nabi pun) sebelumku; aku diberikan syafaat; dan Nabi-nabi sebelumku diutus kepada kaumnya sedangkan aku diutus kepada seluruh manusia.” Sa’id bin Jubair berkata, “Ada seseorang bertanya kepada Ibnu Abbas tentang dosa-dosa besar, apakah jumlahnya ada tujuh? Maka Ibnu Abbas menjawab, “Jumlahnya lebih dekat dengan tujuh ratus macam. Hanya saja tidak ada istilah dosa besar selagi disertai istighfar, dan tidak ada istilahdosa kecil selagi dilakukan terus-menerus. Segala sesuatu yang dilakukanuntuk mendurhakai Allah, disebut dosa besar. Maka barangsiapa yangmelakukan sebagian dari dosa itu, hendaklah memohon ampunan kepadaAllah, karena Allah tidak mengekalkan seseorang dari umat ini di dalam neraka kecuali orang yang keluar dari Islam, atau mengingkari satu kewajiban atau mendustakan takdir.”

 

Ibnu Qoyyim berpendapat bahwa dosa antara hamba dan Allah lebih mudah urusannya daripada kezhaliman terhadap manusia, karena dosa ini dapat hilang dengan istighfar, ampunan, syafaat dan lain-lainnya. Sedangkan kezhaliman terhadap manusia, maka harus ada pembebasan darinya.

Syekh Utsaimin mengatakan bahwa syafaat harus memenuhi tiga persyaratan:

  1. Orang yang memberi syafaat diridhoi Allah.
  2. Orang yang diberi syafaat (diberi pertolongan) diridhoi oleh Allah.
  3. Allah memberi izin kepada yang bersangkutan untuk memberi syafaat.

Ketiga persyaratan itu terdapat dalam firman Allah:

/x.ur `ÏiB 77n=¨B ’Îû ÏNºuq»yJ¡¡9$# Ÿw ÓÍ_øóè? öNåkçJyè»xÿx© $º«ø‹x© žwÎ) .`ÏB ω÷èt/ br& tbsŒù’tƒ ª!$# `yJÏ9 âä!$t±o„ #ÓyÌötƒur ÇËÏÈ

“Dan berapa banyaknya Malaikat di langit, syafaat mereka sedikitpun tidak berguna, kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya)” (QS. An-Najm: 36).

Allah Ta’alla berfirman:

`tB #sŒ “Ï%©!$# ßìxÿô±o„ ÿ¼çny‰YÏ㠞wÎ) ¾ÏmÏRøŒÎ*Î/ 4  ÇËÎÎÈ

“Tidak ada seorangpun yang memberi syafaat di sisi-Nya melainkan dengan seizin-Nya” (QS. Al-Baqarah: 255).

Allah berfirman:

7‹Í´tBöqtƒ žw ßìxÿZs? èpyè»xÿ¤±9$# žwÎ) ô`tB tbόr& ã&s! ß`»oH÷q§9$# zÓÅÌu‘ur ¼ms9 Zwöqs%

Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya (QS. Thaha: 109).

Allah juga berfirman dalam surat Al Anbiyaa’: 28

ãNn=÷ètƒ $tB tû÷üt/ öNÍk‰É‰÷ƒr& $tBur öNßgxÿù=yz Ÿwur šcqãèxÿô±o„ žwÎ) Ç`yJÏ9 4Ó|Ós?ö‘$# Nèdur ô`ÏiB ¾ÏmÏGuŠô±yz tbqà)Ïÿô±ãB ÇËÑÈ

Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya.                                   

Ketiga syarat itu haruslah terpenuhi, sehingga syafaat jenis kedua yakni syafaat yang batil dan tidak ada manfaatnya. Yaitu sebagaimana yang diklaim oleh orang-orang musyrik bahwa sesembahan-sesembahan mereka dapat memberi syafaat untuk mereka di sisi Allah. Sesungguhnya syafaat ini tidak memberi manfaat kepada mereka berdasarkan firman:

$yJsù óOßgãèxÿZs? èpyè»xÿx© tûüÏèÏÿ»¤±9$# ÇÍÑÈ

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at (QS. Al Mudatstsir: 48).

Selanjutnya para ulama menyebutkan bahwa syafaat yang benar dan bermanfaat terbagi menjadi dua bagian, yaitu umum dan khusus.

Arti syafaat umum ialah bahwa Allah memberi izin kepada hamba-hambanya yang salih yang Dia kehendaki untuk memberi syafaat kepada orang-orang yang diizinkan Allah untuk diberi syafaat.

Arti syafaat khusus ialah Asy-syafaat Al-uzhma yang kelak diberikan pada hari kiamat ketika manusia mengalami kesulitan dan kesusahan di dalam batas kemampuan. lantas mereka mencari seorang yang dapat memberikan syafaat kepada mereka agar Allah menyelamatkan mereka. Akhirnya mereka pun menuju kepada Nabi Adam, kemudian Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, mereka semua tidak dapat memberikan syafaat sehingga mereka menemui Nabi Muhammad I.  Beliau lalu berdiri dan memberi syafaat di sisi Allah agar Allah menyelamatkan mereka, Allah pun mengabulkan doanya dan menerima syafaatnya.[4]


[1] Tafsir Ibnu Katsir hal. 476.

[2] Tafsir Ibnu Katsir hal. 472 dan 476

[3] Fiqih Ibadah Fatwa Ibadah Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, olehDr. Abdullah bin Muhammad.

[4] Ibid.

Posted on 30 Desember 2012, in Islami. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: